BANGKINANG KOTA, AuraKeadilan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan peningkatan predikat dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026. Setelah berhasil mempertahankan predikat Tingkat Madya selama lima tahun berturut-turut (2021–2025), kini Kampar membidik capaian yang lebih tinggi melalui penguatan sinergi lintas sektor.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua Gugus Tugas KLA, Misharti, saat memimpin Forum Koordinasi Gugus Tugas KLA serta melantik pengurus Forum Anak Kampar periode 2025–2027 di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (22/4/2026).


“Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk melakukan evaluasi mandiri KLA. Target kita jelas, pada 2026 harus naik predikat,” tegasnya di hadapan para kepala OPD dan pemangku kepentingan.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memberikan dukungan maksimal dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak di Kabupaten Kampar.
“Saya minta seluruh kepala OPD memberikan dukungan penuh. Kita ingin setiap anak di Kampar berani berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Afghani Abdullah resmi dilantik sebagai Ketua FAKAR periode 2025–2027. Wakil Bupati berpesan agar Forum Anak tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyuarakan isu pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.
Selain pelantikan, kegiatan ini juga diwarnai dengan terobosan baru melalui deklarasi program Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA). Program tersebut bertujuan memastikan masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya menjadi lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan komitmen RIRA bersama perwakilan Kementerian Agama, Polres Kampar, serta tokoh lintas agama.
Sementara itu, Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Kampar, Edi Afrizal, menyatakan kesiapan jajarannya dalam mengawal sejumlah langkah strategis yang ditekankan, di antaranya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui penguatan regulasi dan edukasi, penyediaan fasilitas publik yang ramah anak, pembentukan mentalitas generasi yang tangguh, serta optimalisasi peran rumah ibadah dalam perlindungan anak.
Kegiatan yang turut diikuti secara virtual oleh perwakilan DPPKBP3A Provinsi Riau ini ditutup dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen penuh dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
“Kita ingin mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030, dimulai dari aksi nyata di Kampar hari ini,” pungkas Misharti. (Adv)

