16 Sekolah Ikuti Seleksi FLS3N dan O2SN Kecamatan Salo

SALO, AuraKeadilan.com — Sebanyak 16 sekolah dasar di Kecamatan Salo mengikuti seleksi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan yang dibuka langsung Camat Salo, Sofiandi, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di tiga sekolah dasar tersebut berlangsung selama satu hari penuh dengan mempertandingkan berbagai cabang seni dan olahraga.

Koordinator Wilayah (Korwil) Disdikpora Kecamatan Salo, Jasniwarti, S.Pd., MM, mengatakan kegiatan itu digelar untuk menjaring siswa-siswi berbakat yang nantinya dipersiapkan mewakili Kecamatan Salo pada ajang tingkat Kabupaten Kampar.

“Rencananya kegiatan ini dilaksanakan sehari penuh. Kegiatan lomba dilaksanakan di tiga sekolah dasar dan diikuti oleh 16 sekolah di Kecamatan Salo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh cabang lomba seni dan tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan. Setiap sekolah mengirimkan perwakilan terbaik sesuai cabang yang diikuti.

“Ada tujuh cabang lomba seni dan tujuh cabang lomba olahraga. Setiap cabang diikuti satu orang peserta dari masing-masing sekolah, tergantung cabang lomba yang diikuti,” jelasnya.

Menurut Jasniwarti, FLS3N dan O2SN menjadi wadah penting untuk mengembangkan minat dan bakat siswa sejak dini, baik di bidang seni maupun olahraga.

“Harapan kita tentunya dengan diadakannya lomba FLS3N dan O2SN ini, anak-anak kita menjadi anak-anak yang berprestasi, berkualitas dan cerdas untuk masa depan,” katanya.

Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan semangat dan menjadikan ajang tersebut sebagai pengalaman positif untuk meningkatkan kemampuan diri.

“Anak-anak yang ikut lomba hari ini mudah-mudahan dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan terus semangat mengembangkan bakat yang dimiliki,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Salo, Sofiandi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sportivitas serta pembinaan minat dan bakat siswa secara berkelanjutan.

“Pada pagi hari ini kita melaksanakan kegiatan FLS3N dan O2SN tingkat Kecamatan Salo untuk menentukan minat dan bakat anak-anak kita. Ada yang berbakat di taekwondo, pantomim, tari, futsal, badminton dan lainnya,” ujarnya.

Sofiandi meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. Ia juga mengingatkan dewan juri dan wasit agar memberikan penilaian secara objektif tanpa dipengaruhi unsur kedekatan maupun hubungan keluarga.

“Kalau dia memang berbakat, biar dia jadi juara dan mewakili Kecamatan Salo. Jangan karena anak sendiri atau keluarga lalu dibantu. Tidak boleh seperti itu,” tegasnya.

Menurutnya, siswa yang memiliki prestasi di bidang nonakademik juga harus mendapat perhatian dan dukungan dari sekolah agar mampu berkembang hingga tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau ada siswa mewakili sekolah atau kecamatan, beri dispensasi. Jangan malah dikurangi nilainya. Anak-anak yang berprestasi di seni dan olahraga juga harus dibantu,” katanya.

Sofiandi juga menegaskan bahwa pembinaan siswa tidak boleh membedakan latar belakang suku maupun daerah asal. Yang terpenting, kata dia, adalah kemampuan dan potensi yang dimiliki siswa.

“Tidak usah memandang suku. Kalau dia punya bakat dan kemampuan, tonjolkan dia. Karena dia mewakili sekolah dan Kecamatan Salo,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Sofiandi kembali mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga keadilan selama perlombaan berlangsung agar peserta terbaik benar-benar terpilih mewakili Kecamatan Salo ke jenjang berikutnya.

“Siapapun yang berbakat dan berminat, itu yang kita kirim dari Kecamatan Salo,” tutupnya sebelum secara resmi membuka kegiatan FLS3N dan O2SN tingkat Kecamatan Salo.(RA)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *