Pekanbaru, AuraKeadilan.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar mendampingi Pj Bupati Hambali memaparkan hasil kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kampar tahun 2023 pada penilaian kinerja 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Arya Duta Pekanbaru, Kamis (30/5/2024).
Kepala Dinkes Kampar, dr. Asmara Fitrah Abadi, MM melalui Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Poppy Rahmadini, SKM., M.Si menyampaikan, bahwa Dinkes Kampar bergabung dalam TPPS sebagai Koordinator pelaksana Intervensi Spesifik dan Sensitif.


Sebagai Koordinator Intervensi Spesifik dan Sensitif, Dinkes melakukan pelaksanaan kegiatan pencegahan yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung pada anak stunting.
Popy menjelaskan, Intervensi Spesifik yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sedangkan Intervensi Sensitif yakni intervensi pendukung untuk penurunan kecepatan stunting seperti faktor buang air besar sembarangan (BABS), kesehatan lingkungan, prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang berhubungan dengan lingkungan dan prilaku yang menjadi sebab tidak langsung terjadinya stunting.
“Contoh pelaksana langsungnya pemberian makanan tambahan (PMT), pelaksanaan pengukuran, dan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan itu berada dibawah Koordinator Dinas Kesehatan,” ungkap Popy.
Tahun 2023 angka stunting di Kabupaten Kampar turun menjadi 7,6 persen. Keberhasilan tersebut tak lepas dari upaya Dinas Kesehatan memaksimalkan perannya sebagi Koordinator Intervensi Spesifik dan Sensitif dengan berkolaborasi dengan seluruh komponen TPPS demi terwujudnya New Zero Stunting untuk kasus baru 2024.
“Kita sudah berupaya dan saat ini kita sudah mulai menikmati hasil dimana angka prevalensi sudah turun, angka anak stunting kita sudah turun, angka kematian ibu, angka kematian anak kita sudah turun dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Popy.
“Berkat dukungan Bapak Bupati, Bapak Sekda dukungan seluruh komponen didalam TPPS Insyaallah semua masalah bisa diselesaikan dengan baik,” lanjutnya.
Demi terwujudnya New Zero Kasus Stunting di Kabupaten Kampar, Dinkes menghimbau agar seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya stunting dengan menerapkan pola asuh anak yang lebih baik serta lakukan konsultasi kepada tenaga kesehatan jika terjadi sesuatu hal terhadap kesehatan anak.(Adv)

