KAMPAR, AuraKeadilan.com – Kelangkaan BBM jenis Pertalite masih terjadi di SPBU Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, hingga Kamis (30/4/2029). Pihak SPBU mengaku masih menunggu kepastian tambahan pasokan dari Pertamina.
Manajer SPBU 14.284.622 Bangkinang Kota Yopi Arya mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina sejak malam sebelumnya terkait suplai BBM.


“Informasi dari Pertamina, kemungkinan hari ini akan masuk 32 KL Pertalite atau sekitar 32 ribu liter. Tapi ini masih belum pasti dan sampai sekarang belum tiba di SPBU,” ujar Yopi
Ia menjelaskan, jika tambahan pasokan tersebut benar terealisasi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen untuk sementara waktu dan mengurangi antrean panjang.
“Kalau hari ini masuk 32 KL, mudah-mudahan besok bisa normal kembali. Apalagi kalau SPBU lain juga mendapat tambahan yang sama,” katanya.
Selain Pertalite, stok Pertamax (Pertamina 92) disebut masih relatif aman. Pada malam sebelumnya, SPBU menerima pasokan 16 KL dari Depot Teluk Kabung, Padang.
“Untuk Pertamax masih ada, makanya yang antre panjang sekarang itu di Pertamax,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat mengular akibat terbatasnya stok Pertalite. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan BBM.
Menanggapi hal tersebut, pihak SPBU mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti aturan pengisian BBM yang berlaku.
“Kami minta masyarakat tetap tenang. Pengisian untuk kendaraan roda empat menggunakan barcode (QR code), sementara roda dua tidak,” katanya.
Ia juga menegaskan, hingga saat ini belum ada pembatasan berdasarkan jenis kendaraan, namun terdapat aturan pembelian BBM bersubsidi.
“Sesuai aturan, kendaraan pribadi roda empat dibatasi maksimal 50 liter per hari. Untuk kendaraan angkutan orang dan barang bisa sampai 80 liter,” tutupnya.
Sementara itu,Irwanto, yang harus mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar, kepada awak media mengatakan, bahwa dirinya sudah antre selama dua jam untuk mendapatkan Pertamax (RON 92) du SPBU Bangkinang Kota.
“Sudah hampir dua jam antre, tapi belum juga dapat. Kemarin juga sempat antre, tapi tidak kebagian,” ujar Irwanto saat ditemui di lokasi, Kamis (30/4)
Ia mengaku kondisi ini cukup menyulitkan aktivitas sehari-hari. Biasanya ia menggunakan Pertalite, namun karena stok kosong, ia terpaksa mencari di SPBU lain.
“Biasanya isi Pertalite, tapi karena habis, terpaksa cari ke sini,” katanya.
Irwanto berharap pemerintah dan pihak Pertamina segera mengatasi kelangkaan tersebut agar tidak terus berlarut.
“Harapan saya jangan sampai langka lagi, harus ada perbaikan. Soalnya ini untuk kebutuhan kerja juga, saya jualan sayur keliling pasar,” pungkasnya.

