Kampar, Salo , AuraKeadilan.com – Udara pagi yang sejuk dan tenang menyambut Rahmi setiap hari saat ia membuka mata pada pukul 05.30 WIB. Dentingan alarm bukan hanya penanda waktu bangun, tetapi juga panggilan semangat untuk memulai hari yang penuh makna.
Setelah merapikan tempat tidur, Rahmi segera membersihkan diri dan melaksanakan sholat. Rutinitas sederhana ini menjadi awal yang menenangkan sebelum hari bergulir. Sekitar pukul 06.30 WIB, ia sudah bersiap mengantarkan adik tercintanya ke sekolah. Di balik senyum dan langkahnya, tersimpan kasih dan tanggung jawab sebagai kakak.


Sesampainya di rumah, Rahmi tak lantas bersantai. Ia melanjutkan pagi dengan membersihkan rumah: menyapu, mencuci piring, dan menata ruangan. Baginya, rumah yang bersih adalah cerminan hati yang siap menerima hari dengan lapang.
Setelah sarapan, sekitar pukul 08.30 WIB, Rahmi melangkah menuju tempat kerjanya di Salo, tepatnya di Jalan Pancasila. Di sana, di balik meja redaksi, ia bukan hanya pekerja magang—ia adalah pemimpi yang sedang meniti jalan menuju cita-cita: menjadi jurnalis profesional.
Sesampainya di kantor, ia memulai dengan membersihkan ruang kerja agar suasana terasa nyaman. Setelah itu, Rahmi langsung tenggelam dalam aktivitas menyusun dan menaikkan berita, mengulang membaca naskah yang ada, dan menyerap arahan dari atasan. Setiap kalimat, setiap tugas, adalah pelajaran yang membentuk dirinya hari demi hari.
Yang membuat segalanya terasa lebih ringan adalah suasana kerja yang hangat. Rekan-rekan yang ramah dan suportif menjadikan tempat kerja seperti rumah kedua. “Bekerja dengan sahabat membuat semua terasa lebih menyenangkan,” ungkap Rahmi dengan mata berbinar.
Di balik kesibukannya, Rahmi tak pernah melupakan mimpinya. Ia tahu jalan menjadi jurnalis hebat bukanlah jalan instan. Tapi ia yakin, setiap pagi yang ia isi dengan hal positif, setiap berita yang ia tulis, adalah langkah kecil menuju tujuan besar.

