Pemkab Kampar Hadiri Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Dorong Pembinaan Warga Binaan yang Humanis

BANGKINANG KOTA, AuraKeadilan.com – Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suhermi, menghadiri tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 yang digelar di Aula Lapas Kelas IIA Bangkinang, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, perwakilan kementerian, Forkopimda Kabupaten Kampar, serta jajaran petugas pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Suhermi menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas peran lembaga pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan prima dan pembinaan kepada warga binaan.

“Pemerintah daerah mendukung penuh langkah pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas IIA Bangkinang. Warga binaan adalah bagian dari masyarakat kita yang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali berkontribusi secara positif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelayanan yang berkualitas, pembinaan yang terarah, serta program reintegrasi sosial merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang digelar setiap tahun menjadi tonggak perjalanan sistem pemasyarakatan di Indonesia. Mengusung tema “Kerja Nyata Pelayanan Prima”, Lapas Kelas IIA Bangkinang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi pembinaan kepribadian maupun kemandirian warga binaan.

Suhermi juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam keberhasilan pembinaan. Menurutnya, proses reintegrasi sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pemasyarakatan, tetapi juga membutuhkan penerimaan dari lingkungan sekitar.

“Kita harus membuka ruang penerimaan bagi mereka yang telah menjalani masa hukuman. Dengan begitu, mereka dapat kembali berbaur tanpa stigma dan berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Acara tasyakuran ini turut menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, aparat pemasyarakatan, dan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 62 tahun pemasyarakatan di Indonesia.

Momentum ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan sebagai mitra strategis pembangunan daerah, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berdaya. (Adv)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *