Wabup Kampar Tinjau Mess Mahmud Marzuki di Jakarta, Temukan Sejumlah Kerusakan Bangunan

JAKARTA, AuraKeadilan.com – Wakil Bupati Kampar, Misharti, melakukan peninjauan langsung ke Mess Kampar (Mahmud Marzuki) yang berlokasi di Jalan Kepu Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat Kampar di perantauan sekaligus mengevaluasi kondisi bangunan yang pembangunannya telah rampung pada 2024 melalui pembiayaan Tahun Anggaran 2023.

Kedatangan Wakil Bupati disambut oleh Ketua Umum Persatuan Masyarakat Kampar Jakarta, Fauzi Ishak, bersama pengurus dan penghuni mess.

Dalam peninjauan tersebut, Misharti menemukan sejumlah kerusakan pada bangunan, di antaranya kebocoran di beberapa titik. Ia menyayangkan kondisi tersebut mengingat fungsi strategis mess sebagai fasilitas bagi masyarakat Kampar di ibu kota.

“Mess Kampar di Jakarta ini merupakan aset milik masyarakat Kampar yang memiliki fungsi penting sebagai wadah silaturahmi sekaligus fasilitas pelayanan bagi warga yang berada di perantauan,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Ia menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengerjaan proyek tersebut guna memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

“Evaluasi ini penting agar aset daerah yang diperuntukkan bagi masyarakat Kampar dapat berfungsi maksimal serta memiliki daya tahan yang baik,” tegasnya.

Sementara itu, Fauzi Ishak mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Kampar dalam merespons laporan masyarakat terkait kondisi gedung.

“Kami berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara layak oleh masyarakat Kampar di Jakarta,” ungkapnya.

Peninjauan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memberikan perhatian kepada masyarakat di perantauan. Keberadaan Mess Mahmud Marzuki diharapkan dapat menjadi fasilitas yang representatif dan layak, khususnya bagi warga Kampar yang memiliki keperluan di ibu kota, seperti calon mahasiswa yang mengurus administrasi pendidikan maupun masyarakat yang menjalani pengobatan dan kebutuhan mendesak lainnya. (Adv)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *